Memaksimalkan Lensa Pre-AI Nikon pada Kamera Canon Menggunakan Adapter

Bisakah memasang lensa manual Nikon Pre Ai ke kamera Canon EOS? Pertanyaan ini seringkali muncul dari peminat lensa nikon yang memiliki kamera selain Nikon. Untuk menjelaskan hal tersebut, saya akan bercerita tentang pengalaman saya melayani pembeli yang menggunakan kamera Canon Eos 7D. Guna memahami apa itu lensa Pre-AI, silakan membaca artikel saya sebelumnya berjudul: Perkembangan Lensa Nikon dari Waktu ke Waktu. 

Saya bertemu dengan pelanggan yang baik hati yang mengizinkan saya mengeksplorasi adapter Nikon to EOS yang dimilikinya. Bermula dari ketertarikan pembeli Budiman ini yang tertarik dengan Nikon Pre-AI 135 f/2.8. Lensa ini masih cukup bagus. Kebetulan kami memiliki lensa yang masih lengkap dengan kotak kardus dan mika penyimpanan.

Saat itu saya berkesempatan bertemu langsung dengan Mas Wahyu, begitu kami menyampanya. Sosok humble ini kami temui saat sedang mengantarkan putranya mengikuti ujian masuk sebuah SMK di Yogyakarta. Saya datang dengan membawa Lensa Nikon yang diinginkan dan tak lupa saya meminta Mas Wahyu untuk membawa kamera. Saat bertemu, kami langsung mencoba untuk memasangkan lensa Nikon Pre AI tersebut pada adapter yang dipakai untuk kamera Eos 7D. Secara umum, hasilnya memuaskan: lensa langsung menancap.

Persoalan kemudian muncul saat kami mencoba untuk mengubah aperture. RIng aperture pada lensa tidak mau bergerak. Pada saat itu, Mas Wahtu mengizinkan saya untuk membawa adapter tersebut yang masih menempel pada lensa. Sesampaik di kantor, saya mencoba melepaskan adapter dari lensa. Saat berhasil, saya kemudian melepas kuping kelinci lensa tersebut dan mencobanya di adapter. Walhasil cukup memuaskan, gelang aperture dapat bergerak leluasa, tidak seret dan stuck lagi.

Mas @whidayat958, aprture ring sudah lancar di adapter eos.. Mantap.

A post shared by Lensa Manual & Alat Fotografi (@lensamanual.co.id) on

Dengan bersemangat saya memberitahukan Mas Wahyu bahwa lensa dan adapter sudah klik, berpasangan dan tidak saling ikat lagi. Mengapa kuping kelinci perlu dilepaskan? Kuping kelinci pada lensa Pre AI secara umum lebih tebal daripada kuping kelinci pada lensa AI/AI-S. Selain itu, ukuran gelang adapter dibuat seukuran dengan gelang aperture tanpa menghitung keberadaan kuping kelinci. Keberadaan kuping kelinci justeru membuat gelang aperture tidak bisa diputar, atau setidaknya seret.

A post shared by Wahyu Hidayat (@whidayat958) on

Persoalan aperture pun selesai. Mas Wahyu sudah mulai menggunakan lensa tersebut dan mengunggah beberapa hasil foto di akun instagramnya. Hasilnya cukup menawan. Perpaduan antara lensa Nikon Pre AI 135mm f/2.8 pun menghasilkan foto-foto yang wah.

#portrait #sdnjongkang#humaniterest #nikon135#135nikkor#analoglens#analoglenswithdslr#lensatua#oldlens #lensamanual

A post shared by Wahyu Hidayat (@whidayat958) on

Bagi penggemar lensa manual yang ingin menggunakan lensa Nikon pada kamera Canon (EOS), semoga pengalaman ini cukup membantu. Tidak lagi perlu gusar jika gelang aperture seret, cukup pastikan anda sudah melepaskan kuping kelinci. Jangan lupa kuping kelinci disimpan, siapa tahu akan berguna untuk hal lain, seperti saat menggunakan kamera tua seperti Nikomat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Gallery Instagram Kami

Hubungi Kami